Saturday, 30 March 2013

Pemimpin, Siapa??

Pemimpin, sosok yang paling diidamkan oleh semua orang. Banyak orang yang ingin sekali menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan bagi semua hal yang dipimpinnya, namun apakah banyak pula yang memimpin malah membuat semua yang dipimpinnya semakin terpuruk???? Kepemimpinan adalah sifat manusia, sifat yang selalu ada dalam diri manusia bahkan semua manusia yang ada didunia ini. Sifat yang dapat membawa perubahan bagi semua kalangan dan khususnya kepada dirinya sendiri, namun ada pula yang terjebak dalam sifat ini. Manusia memang makhluk tuhan yang tak pernah puas dengan apa yang diterimanya, kadang sifat ini dijadikan pemicu untuk menguasai semua yang dapat membuat manusia arogan. Adakah yang menduga bahwa pemimpin bisa menjadi manusia yang bodoh, manusia yang tak punya pikiran untuk menjadi baik. 
Banyak yang mengira bahwa seorang pemimpin itu adalah orang yang cerdas, padahal tidak. Memang sebagian orang menjadi pemimpin yang cerdas dan berdiri sendiri tanpa ada tujuan dari pihak luar, pihak luar yang memang menjadikan pemimpin itu sebagai alat untuk menguasai semua yang diinginkan untuk kepentingannya. Kini pemimpin bukan lagi seorang pemimpin, karena arti pemimpin kini sudah menjadi alat untuk mengendalikan semua hal oleh pihak yang lebih berkepentingan. 
Ada hal yang sangat mengganggu untuk dipikirkan, mengapa ada orang yang selalu mendorong seseorang untuk menjadi pemimpinnya? Apa karena dia tidak bisa memimpin? Ataukah dia hanya bisa mengatur dan menjadi dalang dari wayang yang dia jadikan seorang pemimpin? Secara negatif, pemikiran ini berujung pada setiap pemimpin kita yang ada diatas kursi nyaman itu. Namun jangan terlalu jauh melihat pada hal yang telah ada diatas, mungkin terlalu cepat mempersepsikan semua itu. 
Contoh dekat, kita ambil pada ruang lingkup sekolah atau yang lebih luasnya pada kehidupan kampus. Menurut saya, mahasiswa aktif organisasi itu terbagi pada dua bagian. Yang pertama, mahasiswa yang Idealis. Seorang mahasiswa yang menjunjung nama baik organisasinya agar menjadi lebih baik, tanpa adanya kepentingan atau keberuntungan untuk dirinya sendiri. Jadi sosok mahasiswa ini lebih mementingkan organisasi yang ia huni, tak peduli dengan hidupnya yang pas karena yang ia pikirkan hanyalah kesuksesan terhadap organisasinya. Yang kedua, mahasiswa yang pragmatis. Mahasiswa yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri, sosok seperti ini selalu bertanya pada dirinya sendiri tentang apa yang akan dia dapat nantinya. 
Bila sosok seperti ini menjadi bagian dari sebuah organisasi, maka akan banyak yang ia lakukan untuk kepentingannya sendiri tanpa melihat apa semua itu akan menjadikan organisasi yang ia huni baik-baik saja ataupun tidak. Perbedaan yang amat menjauh antara dua sosok diatas, banyak orang berfikir bahwa berorganisasi itu dapat membuat dirinya kaya. Namun apa yang mereka dapat itu hanyalah keberuntungan sesaat, yang akan menjadi abadi adalah saat kita menjadi orang yang selalu mementingkan kebaikan dari apa yang kini kita huni. Sosok idealis memang banyak kita tunggu didunia ini, sosok yang akan membuat semuanya beruntung karena sosok ini akan menghilangkan seluruh tujuan dan kepentingan dirinya sendiri...

»»  Lanjut baca...

Mahasiswa dan Kepentingannya

Organisasi kemahasiswaan memang sangat perlu adanya, karena sudah terbiasa bila mahasiswa selalu ikut andil dalam perubahan tatanan masyarakat. Selalu kita lihat semua yang dilakukan mahasiswa adalah suatu gebrakan yang baik, karena mahasiswa menjadi wakil dari masyarakat yang menginginkan perubahan. Kita perlu memberikan apresiasi lebih untuk semua pergerakan mahasiswa tersebut, karena semua itu demi kebaikan semua orang dan juga sistem pemerintahan yang lebih baik lagi. Idealisme mahasiswa memang sangat besar tatkala mengacu pada sebuah perubahan yang baik, karena itulah pemikiran mahasiswa akan sangat terbentuk dalam sebuah paradigma perubahan. style="text-align: justify;"> Dengan adanya catatan diatas, bukan berarti mahasiswa menjadi lahan utama dalam seluruh perubahan menuju kebaikan. Walaupun mengacu pada semua tujuan yang baik, namun semua itu tak akan bernilai bila tak pernah adanya satu tujuan yang tak bersifat kepentingan. Terlalu banyak kelompok yang membawa kepentingannya dalam memberikan aspirasi pada setiap aksi didepan gedung DPRD, lihat saja begitu banyak kelompok yang secara terang-terangan mengkritik kinerja pemerintah dengan membawa kepentingan kelompoknya sekaligus mengibarkan bendera tanda eksistensinya. Sepertinya kepentingan masyarakat yang harusnya dikedepankan malah tertutupi oleh kepentingan sebuah golongan, hal yang unik sekali bila setiap melihat demonstrasi selalu berbeda-beda bendera. Memang hal yang amat wajar, namun hal seperti ini lama kelamaan menjadi suatu kebiasaan ajang persaingan setiap kelompok. Kita lihat yang lebih dekat, lihat disetiap kampus terdapat banyak sekali bendera organisasi kemahasiswaan yang berkibar ketika aksi didepan gedung rektorat untuk menuntut perubahan. Anehnya, semua tuntutan itu berbeda jenisnya. Itu berarti persatuan dari pergerakan mahasiswa tidak ada, karena memang kepentingan kelompok yang dibawa. Kita lihat disekeliling kelompok-kelompok yang aksi, terlihat lalu-lalang mahasiswa yang hanya sekedar menonton pertunjukan orang berteriak tanpa sebuah pengertian. Sungguh ironis, kepentingan seluruh mahasiswa ditunjukan oleh mahasiswa yang aksi menuntut keadilan namun tidak semua mahasiswa yang tahu apa yang dituntut dalam aksi tersebut. Bukan berarti mahasiswa yang tidak tahu itu tidak mengerti, namun karena tidak adanya transparansi sebuah kelompok dalam aksinya pada seluruh mahasiswa. Bukan karena mahasiswa yang hanya mondar mandir menonton tidak mengerti, namun sepertinya merasa percuma melihat orang berteriak bila hanya memperlihatkan eksistensinya. Tidak banyak tuntutan yang didengarkan setelah aksi, kebanyakan hanya menjadi janji-janji belaka. Alasannya karena pemerintahpun merasa sudah terbiasa dengan berbagai tuntutan tersebut, maka akhirnya seringkali pergerakan mahasiswa itu terus ada. Andai warga negara tahu semua yang harusnya terjadi pada negaranya, mungkin akan lebih baik.
»»  Lanjut baca...

Asiknya Nulis Politik

Menjadi jurnalis, bukan sebuah mimpi yang harus dikejar namun suatu kenyataan yang harus benar-benar dihadapi. Tak ada alasan untuk membantah semua kenyataan, namun hanya ada langkah yang harus tetap dilewati dengan semua kekuatan yang ada. Terlahir menjadi seorang yang melihat hidup dari sebuah tulisan, memandang tantangan dari sebuah kalimat, kemudian melihat semua sejarah dari cerita. Tak terasa berat bila semua itu disebut sebagai hidup yang penuh tantangan, bukan suatu tantangan yang sulit dilewati namun sebuah pertualangan yang akan meringankan langkah untuk menapaki semua peristiwa hidup yang tak semua orang dapat melewatinya. Tak terasa waktu telah lama berlalu, mulai dari berusaha dapat memegang kamera foto sampai pada membiasakan diri pada kamera video. Tak terasa waktu telah memberikan pelajaran, mengenal cara merubah foto menjadi pesan sampai membuat video menjadi sebuah cerita. Tak terasa waktu telah memberikan segalanya, mulai dari membaca pesan kemudian kini menjadi pembuat pesan. Dan ternyata semua pelajaran itu memberikan visi hidup, bahwa tak masalah tidak menjadi seorang jurnalis karena hidup seorang itu tak akan sama jalannya. Akhirnya, jalan yang lebih cocok akan sangat mendekati pada kenikmatan melangkahkan kaki pada suatu hal yang orang anggap kotor, yaitu politik. Jangan sangka menjadi seorang politikus itu mudah, hanya memberi janji lalu mendapat kepercayaan yang penuh. Tidak semudah itu, karena basic komunikasi yang sangat besar akan sangat dibutuhkan dalam hal ini. Tidak akan ada seorang kepala daerah bila ia tak bisa berkomunikasi dengan baik dalam setiap kampanyenya, tidak akan ada seorang caleg mendapatkan suara banyak bila tak bisa berkomunikasi secara efektif pada semua masyarakat. Inilah yang menjadi sebuah tantangan dalam hidup, mempengaruhi semua orang adalah cara dimana kita dapat dipercaya. Seperti halnya seorang jurnalis yang menyampaikan pesan dan pesan itu dapat dipercaya, karena kekuatan pesan yang dapat merubah pemikiran semua orang. Pernah mendengar bahwa sebuah kata dapat merubah dunia? Hanya sebuah kata? Disinilah kekuatan sebuah kata diperjualbelikan, bila sebuah kata yang dikeluarkan hanya sebatas kebohongan maka akan sangat memberikan pengarush yang sangat buruk dalam kehidupan. Tapi apakah pernah berfikir saat kita menyampaikan pesan dalam kata-kata yang baik akan memberikan efek yang baik pula? Jawabannya, coba saja kita berkomunikasi dengan baik. Politik bukan jalan hidup yang instan, namun politik menjadikan jalan hidup semakin menantang. Jangan dikira semua selebritis menjalani kehidupan politik yang disebut “instan” itu mudah, mereka harus menjalin komunikasi yang sangat baik disaat menjalani kehidupan barunya. Pada akhirnya mereka menikmati perjalanan hidup yang membuat mereka terkejut, karena hidup dalam dunia politik adalah hidup yang sebenarnya. Alasannya, hidup dalam dunia politik memiliki kesamaan dengan menulis. Dunia politik memberikan kesempatan semua orang untuk menawarkan loyalitas dan kemampuan dalam me-manage waktu mempengaruhi semua orang, karena setiap kata yang diucapkan harus mampu menguasai komunikannya. Coba samakan mempengaruhi orang dengan pesan dalam tulisan, tujuannya adalah mendapatkan feedback yang baik. Coba jalan disisi yang lain, ada beberapa kemungkinan yang bisa kita dapatkan dalam 2 sisi diatas. Menulis dapat mempengaruhi orang lain, kemudian hidup dalam dunia politik juga akan berjalan pada tujuan mempengaruhi orang lain. Ternyata keduanya dapat dijalani dengan sangat mudah, karena keduanya memberikan jalan mempengaruhi orang lain dengan cara yang hampir sama. Bagaimana bila menjadi penulis tentang dunia politik? Atau menjadi pengamat politik? Bahkan menjadi jurnalis politik? Jawabannya bisa apa saja, dan alasannya dapat menjadi apa saja. Tapi menyenangkan menjadi penulis tentang dunia politik dan juga menyenangkan menjadi pengamat politik kemudian sangat hebat bila menjadi jurnalis politik. Menjadi penulis tentang dunia politik, adalah sebuah penghargaan bagi seorang penulis, karena kita bisa menjadikan semua tulisan kita sebuah cerita dari masa lalu. Mengapa dari masa lalu? Alasannya adalah kita hidup sering melihat sejarah, coba kita ingat saat masih sekolah selalu dijejali dengan sejarah yang tak tahu nilai kebenarannya. Bila kita menjadi seorang penulis tentang dunia politik pasti kehidupan sejarah itu dapat kita ketahui dari sisi politik, maka bukan hanya sejarah tapi juga orang-orang yang bersangkutan akan terseret pada sejarah yang belum kita kenal. Mengapa politik? Karena hidup didunia ini penuh politik, lihat saja saat Soeharto menjadi penguasa negri ini selama 32 tahun. Apakah terdapat unsur politik atau karna kepandaian yang dimilikinya? Nah itu bisa kita cari lagi sampai tahu seperti apa dahulu. Menjadi pengamat politik, adalah salah satu cara kita dapat mengetahui alur yang akan kita tempuh pada regenerasi perjalanan negar kita. Alasannya, ada pada waktu 5 tahun kita hidup dengan karakter seorang penguasa negri ini. Pernah merasakan bagaimana bedanya hidup dizaman Megawati menjadi presiden dan SBY dikala menjadi presiden? Pasti tahu bedanya, karena akan terasa pada bagaimana efek pada kesejahteraan masyarakt pada waktu itu. Disaat kita mengamati tujuan dari orang-orang penting seperti tadi, maka kita akan kembali mengamati betapa besarnya pengaruh politik yang mereka miliki. Sangat besar kemungkinan yang terjadi, bila sistem pemerintahan akan bergantung pada tujuan partai politik. Dari sanalah kita bisa belajar menjadi peramal, tapi bukan peramal hidup seperti yang ada di tv. Menjadi peramal bagaimana memperkirakan sistem politik yang akan berjalan bila penguasanya berbeda, karena tipe yang berbeda dari setiap sistem politik. Menjadi jurnalis politik, adalah kesempatan kita untuk mengetahui karakter orang yang memiliki kepentingan. Alasannya, orang bilang para politisi itu pintar mempengaruhi semua orang. Benarkah? Menjadi jurnalis khusus rubrik tentang politik sangat menyenangkan, karena kita berjalan pada arus yang lurus. Maksudnya, kita mencari semua kemungkinan yang terjadi dalam dunia politik. Seperti, tujuan dari partai politik, kaderisasi partai politik dan hal-hal menarik yang lainnya. Dan banyak kasus-kasus korupsi yang menyeret pada partai politik, kebijakan partai politik, ataupun pada sistem partai politik yang diterapkan pada pemerintahannya. Bagaimana menurut anda? Manakah yang menarik? Silahkan dicoba dengan semua keseriusan dalam diri kita, tidak semuanya menjadi instan. Semua orang memiliki jalannya masing- masing, dan jalan itu sudah tentu dapat dipertanggungjawabkan disaat-saat yang genting. Namun yang perlu diingat adalah kita hidup didunia ini penuh dengan karya politik ciptaan kita sendiri, maka kita sebagai manusia dapat disebut Zon Politicon. Politik ada disetiap helaan nafas kita, maka dari itu politik selalu mengelilingi langkah kita dan kita tidak dapa menghindarinya.
»»  Lanjut baca...